Membuat pupuk Effective Microorganisme atau EM
Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan
bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk
organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah.Beriikut langkah-langkah
pembuatan pupuk menggunakan EM :
Pembuatan bakteri penghancur (EM).
Bahan-bahan :* Susu sapi atau susu kambing murni.
* Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
* Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1
kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air
bersih.
Alat-alat yang diperlukan :Panci, kompor dan blender/parutan untuk
menghaluskan nanas.
Cara pembuatan :* Trasi, gula pasir, bekatul, nanas
(yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak
diperlukan mati.
* Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
* Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
* Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
* Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.Perlu diperhatikan susu
jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan
kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri.
Cara Pembiakan Bakteri
Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli
di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga
kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun
prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:
Bahan dan Komposisi:
1literbakteri
3kgbekatul(minimal)
¼ kg gula
merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
¼kgterasi
5literair
AlatdanSarana:
Ember, Pengaduk, Panci pemasak air, Botol penyimpan, Saringan
(dari kain atau kawatkasa).
Cara Pembiakan:
-
Panaskan 5
liter air sampai mendidih.
-
Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika
memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak
betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
-
Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian
ditutup rapat selama 2 hari. Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan
terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
-
Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan
disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan
terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara).
-
Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap
digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi
campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan
lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang
dingin dan gula saja.
Menakar Komposisi Kandungan EM4
Teknologi EM
(Effective Mikroorganism) dapat digunakan dalam bidang pertanian, peternakan,
perikanan, lingkungan, kesehatan dan industri. Meski sudah banyak kalangan
masyarakat yang menggunakan tapi tidak banyak yang tahu tentang EM, komposisi
kandungan, fungsi dan jenis-jenis EM.
EM merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima
kelompok, 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. EM
berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan
anaerob. Meski berbeda, dalam tanah memberikan multiple efect yang secara
dramatis meningkatkan mikro flora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino,
sacharida, alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman.
Kandungan EM terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat,
actinomicetes, ragi dan jamur fermentasi. Bakteri fotosintetik membentuk
zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat
bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari
udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam
laktat, percepat perombakan bahan organik, lignin dan cellulose, dan menekan
pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan.
Actinomicetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan
bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat anti biotik, menghasilkan enzim dan
hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri
asam laktat actinomicetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik
secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau
busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan.
Fungsi EM untuk mengaktifkan bakteri pelarut, meningkatkan kandungan humus
tanahlactobonillus sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam
amino. Bila disemprotkan di daun mampu meningkatkan jumlah klorofil,
fotosintesis meningkat dan percepat kematangan buah dan mengurangi buah busuk.
Juga berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang
berfunsi antioksidan, menekan bau limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan
daya dukung lahan, meningkatkan cita rasa produksi pangan, perpanjang daya
simpan produksi pertanian, meningkatkan kualitas daging, meningkatkan kualitas
air dan mengurangi molaritas Benur.
Jenis-jenis EM yang ada seperti EM1 yang berupa media padat berbentuk butiran
yang mengandung 90% actinomicetes. Berfungsi untuk mempercepat proses
pembentukan kompos dalam tanah. EM2 terdiri dari 80 species yang disusun
berdasarkan perbandingan tertentu.
Berbentuk kultur dalam kaldu ikan dengan pH 8,5. dalam tanah mengeluarkan
antibiotik untuk menekan patogen. EM3 terdiri dari 95% bakteri fotosintetik
dengan pH 8,5 dalam kaldu ikan yang berfungsi membantu tugas EM2. Sakarida dan
asam amino disintesa oleh bakteri fotosintetik sehingga secara langsung dapat
diserap tanaman. EM4 terdiri dari 95% lactobacillus yang berfungsi menguraikan
bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob
bekerja dengan kekuatan enzim. EM5 berupa pestisida organik.
Sampah organic secara alami akan mengalami peruraian
oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur.
Proses peruraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan
kelembaban. Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6
minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja, baru berbulan-bulan
kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas krn
aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organic dan merubahnya
menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus dipertahankan adalah
45-65C.Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.
Peralatan Di dalam rumah ( ruang keluarga,
kamar makan ) dan di depan dapur disediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna
untuk sampah organic dan sampah non-organic. Diperlukan bak plastic atau drum
bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk
mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup
dengan karung goni atau anyaman bambu. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau
paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan
tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.
Cara Pengomposan
- Campur 1
bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
- Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan
dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja
mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi )
dapat pula dicampurkan .
- Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari
ditambah sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
- Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah.
Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos,
sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali
normal, kompos sudah jadi.
- Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa
dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.Keberhasilan pengomposan
terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen,
agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak,
ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar
(oksigen) untuk dapat bernapas.
Sampah organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat
pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective
microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.
Cara Membuat Pupuk Cair Organik
Bahan dan Alat:
1literbakteri
5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari
pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang
sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Airsecukupnya
Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
Cara Pembuatan:
-
Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam
ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
-
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam
drum, kemudian ditutup rapat. Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai
dan drum sudah dapat dibuka.
-
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol)
untuk disimpan/digunakan.
-
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan
sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan
yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan
siap digunakan. Demikian seterusnya.
-
Kegunaan:Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan
menjadi 30-40 hari.
-
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot,
apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang
subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan
bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti
tembakau.
Cara
Membuat Pupuk Hijau Organik
Pupuk Hijau: adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau
sampah yang diproses dengan bantuan bakteri.
Bahan dan Komposisi:
200 kg hijau daun
atau sampah dapur.
10 kg dedak halus.
¼ kg gula pasir/gula merah.
¼ liter bakteri.
200 liter air atau secukupnya.
Cara
Pembuatan:
-
Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
-
Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.
-
Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
-
Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan
gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
-
Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau
daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga
ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.
-
Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap
digunakan.
Cara Pembuatan
Pupuk Kompos
Persiapan pembuatan pupuk kompos ialah :
Harus disediakan tempat yang teduh, yang tidak terkena
sinar matahari langsung. Sebaiknya tempat pembuatan kompos ini di bawah pohon
yang rindang. Supaya mudah untuk menyiram sebaiknya dekat dengan tempat
pengambilan air.
Ukuran tempatnya , lebar 2 m , panjang 5 m dan tinggi
2 m. ukuran tempat bisa di ubah sesuai dengan tempatnya.
Bahan-bahan yang di gunakan untuk membuat kompos
adalah :
a. Sampah, tapi yang sudah bersih dari benda keras
misalnya : batu, krikil, kaleng, plastik, kaca, dll.
b. Jerami, rerumputan, dedaunan, kotoran ternak, abu
dapur, kapur, dan tanah atau tanah liat.
Cara membuatnya :
1. Di tempat yang suda ditentukan tancapkan 4 batang
bambu yang panjangnya lebih kurang 30 cm sebagai patok.
2. Di dalam lingkaran patok tesebut, sampah di tumpuk
setebal lebih kurang 50 cm. sampah tersebut sudah bersih dari benda keras
maupun plastik.
3. Lapisan sampah disiram dengan air atau lebih baik
lg kalou dicampur dengan air kencing maupun kotoran ternak
4. Sampah setinggi 50 cm itu, akan memadat setelah di
siram air menjadi kurang lebih 25 cm. Setelah disiram sampah di taburi
kapur dan abu secara merata, untuk mempercepat proses pembusukan.
5. Di atas lapisan abu itu di taburi lg dengan tanah
liat setebal 2 cm. agar zat yang sudah larut dapat tahan dan tidak lenyap atau
hanyut.
6. Selanjutnya, di atas lapisan tanah tadi di lapisi
dengan kototan ternak setebal 2-5 cm. Makin tebal kotoran ternaknya makin cepat
proses pembusukannya menjadi kompos.
Mohon diperhatikan bahwa mulai ad, 1 sampai ad. 6,
merupakan susunan satu lapis. untuk lapisan berikutnya, disusun lagi seperti
yang telah diuraikan di atas hingga mencapai ketinggian 2 meter.
Setelah susunan mencapai 2 meter, maka di atasnya di
tutup tanah liat setebal 5 cm. Pada bagian sisi atau samping untuk selama 2
minggu tidak usah ditutup, untuk memudahkan masuknya udara pada lapisan
tersebut, sehingga mempercepat proses pembusukan,
Setiap pagi dan sore tumpukan kompos disiram dengan
air, tapi jangan terlalu berlebihan, cukup yang penting tidak sampai kekeringan
aja. Setelah 2 minggu sisi atau samping segera ditutup dengan tanah liat.
Setelah 2 bulan tumpukan kompos ini sudah siap di gunakan untuk penyubur tanah
dan tanaman
Teh Kompos
Berikut ini
adalah langkah-langkah membuat teh kompos :
1. Siapkan seember air. Anda bisa menggunakan air
keran atau air hujan. Biarkan air ini selama sekitar 24 jam untuk mengendapkan
kandungan klorin.
2. Siapkan sebuah ember baru yang bersih. Tambahkan
satu sekop kompos, atau sekitar 1 galon. Tuangkan air yang telah disiapkan tadi
ke dalam ember berisi kompos dengan rasio 5:1 (air/kompos). Aduk hingga
tercampur secara merata.
3. Biarkan cairan kompos ini berkembang dan berfermentasi
selama kurang lebih tiga hingga tujuh hari. Jangan lupa untuk mengaduk campuran
ini secara merata beberapa kali setiap hari untuk memberikan oksigen ke dalam
air. Campuran kompos-air ini membutuhkan oksigen, jadi jangan terlalu
mengabaikan bagian ini.
4. Setelah sekitar seminggu, saringlah teh kompos
dengan selembar kain halus atau nylon. Pisahkan cairan teh kompos yang telah
disaring ini dalam sebuah ember kosong, sedangkan kompos yang tersaring kain
dapat dicampurkan lagi dengan kompos lain .
5. Cairan teh kompos hasil saringan harus diencerkan
lebih dulu dengan cara mencampur 10 bagian air dengan 1 bagian teh kompos.
Setelah diencerkan, teh kompos baru dapat disemprotkan ke tanaman. Jangan
menyemprotkan teh kompos ke tanaman dalam kondisi panas terik untuk melindungi
kerusakan tanaman akibat panas.
6. Siram atau semprotkan teh kompos untuk tanaman Anda
setiap dua pekan atau seperlunya. Teh kompos dapat diaplikasikan untuk tanaman
yang setidaknya sudah berdaun, meskipun teh kompos juga dapat menyuburkan tanah
saat penanaman bibit.
7. Perlu diingat, teh kompos harus selalu beraroma
segar dan berbau tanah. Jika beraroma menyengat jangan dulu dipakai tetapi
tambahkan lebih banyak air dan aduk lebih dalam dan lebih sering setiap hari.
Teh yang beraroma menyengat pertanda kurang mendapat oksigen. Untuk hasil
terbaik, gunakan teh kompos satu jam setelah proses fermentasi.
1. Kompos Jadi Siap Pakai
Kompos alami banyak terdapat di lahan-lahan yang
sebelumnya menjadi tempat pembangan sampah organik. Untuk mendapatkannya :
- Gali
tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah.
- Pisahkan
dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk.
- Jemur
sampai kering, lalu ayak.
- Bubuhkan
50 - 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.
Bahan:
- 2 1 /4
hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage).
- 6,5 m3
kulit buah kopi.
- 750 kg
kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter).
- 30 kg
abu dapur atau abu kayu.
Cara Membuat
- Buatlah
bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya.
Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat
tertampung dan dimanfaatkan.
- Atau
buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m
(panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang
dihasilkan berair dan lunak.
- Aduk
semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan
setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat
berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi
dengan abu.
- Untuk
menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan
suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan
suhu dengan pesat selama 4 - 5 hari, lalu segera menurun lagi.
- Tampunglah
cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk
meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.
- 2 - 3
minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3
bulan kompos sudah cukup matang.
- Jemur
kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 %
saja.
- Kalau
di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi
dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro
ataulainnya.
2. Kompos Sistem Bogor
Bahan :
- Sampah
mudah lapuk (garbage)kompos-3.
- Jerami
yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.
- Kotoran
ternak memamah biak.
- Abu
dapur atau abu kayu.
Cara Membuat:
- Timbuni
campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedengan berukuran 2,5 x
2,5 meter.
- Timbun
lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan tadi
tipis-tipis dan merata.
- Timbun
lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm.
- Tutup
lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak.
- Timbun
bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm.
- Balik-balik
campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan 60
hari.
- Setelah
di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang.
- Agar
pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedengan pengomposan
sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapat menggagalkan proses
pengomposan.
3. Kompos Sistem Terowongan Udara
Membuat kompos dengan sistem terowongan udara, yaitu
dengan menumpukkan daun-daun, potongan rumput dan bahan lain di atas segitiga
panjang yang terbuat dari bambu atau kayu.
Bahan :
- Daun,
rumput
Sampah
organik
Cara membuat:
- Buat
terowongan segitiga.
- Terowongan
udara terbuat dari bambu atau kayu berukuran kira kira : tinggi 20 cm,
panjang 1.5 - 2 meter. Buatlah dua buah dan letakkan berdampingan.
- Tumpuklah
daun dan bahan yang lain diatas satu terowongan udara & biarkan yang
satunya.
- Tambahkan
bahan & siram dengan air secara teratur setiap hari agar tumpukan
tetap lembab.
- Setelah
bagian bawah mulai menghitam (seperti tanah), baliklah tumpukan keatas
terowongan udara yang satunya. Tumpuk bahan yang baru di atas terowongan
yang lama.
- Jaga
kelembaban tumpukan dengan menyiramnya secara teratur & biarkan sampai
menjadi kompos (kira-kira 6 minggu atau warnanya kehitaman semua).
- Setelah
bahannya menjadi kompos, bisa digunakan untuk kebun. Ulangi lagi proses
diatas, supaya anda selalu punya kompos.
- Kompos
yang anda buat sendiri ini bisa digunakan untuk kesuburan tanah dan
kesehatan tanaman anda.
4. Kompos Rumah Tangga
Sampah organik secara alami akan mengalami peruraian
oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur.
Proses penguraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan
kelembaban.
Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan
kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja,
baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan
timbul panas krn aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan
organic dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus
dipertahankan adalah 45-65C.Jika terlalu panas harus dibolak-balik,
setidak-tidaknya setiap 7 hari.
Bahankompos-4
- Di
dalam rumah ( ruang keluarga, kamar makan ) dan di depan dapur disediakan
2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organic dan sampah
non-organic.
- Diperlukan
bak plastic atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya
diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga
kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman
bambu.
- Dasar
bak pengomposan dapat tanah atau paving block, sehingga kelebihan air
dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus
di bawah atap.
Cara Membuat
- Campur
1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
- Tambahkan
1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur.
Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah
sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat
pula dicampurkan .
- Pembuatan
bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah
sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
- Pengomposan
selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada
minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos,
sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali
normal, kompos sudah jadi.
- Jika
perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa
dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.
- Keberhasilan
pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu,
kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang
optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic),
kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
- Sampah
organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat
pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective
microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.