Akhir-akhir ini tanaman hortikultura mendapatkan perhatian besar dari
pemerintah terbukti tanaman hortikultura dimasukkan dalm subsektor tanaman
pangan.
Komoditi
hortikultura khususnya bunga potong dicirikan oleh hal hal seperti berikut :
a. Produknya bersifat musiman
b. Diperlukan dalm kondisi segar.
c. Tidak dapat
disimpan dalam waktu yang lama
d. Sifatnmya
bulky (volumenya besar tetapi nilainya relatif kecil).
e. Khusus untuk bunga potong, diusahakan pada daerah
atau lokasi yang khusus pula (tidak dapat diusahakan di sembarang tempat).
f. Pengusahanya umumnya memerlikan biaya yangrelatif tinggi
dan memerlikan penguasaan teknologi atau keterampilan khusus.
Menurut
Lismunandar (1991), mutu bunga potong sebagai komoditi hortikultura sangat
tergantung pada penampakannya (bentuk fisik) yang menarik dan daya tahan
kesegarannya. Penampilan dan daya tahan yang prima itu ditentukan oleh banyak
faktor, tetapi yang utama adalah penanganannya mulai dari masa prapanen sampai
ke masa pasca panen. Oeh karena itu, bila menghendaki kualitas bunga yang baik,
sejak tanam, perawatan hingga masa petik dan sampai pada pengangkutan dari kebun ke tempat
penampungan harus diusahahkan secara hati-hati dan intensif.
Beberapa contoh bunga potong:
1. Tanaman
bunga Crysant
Tanaman bunga crysant sering pula disebut bunga seruni. Bunga
ini sudah lama dikena, teta[i yang terdapat di pasaran lokal salah satunya di
pasar Kayoon (Surabaya) dan di beberapa florist hanya jenis bunga tunggal besar
dengan warna putih atau kuning. Kedua jenis bunga ini dianggap sebagai standar
bunga Crysant di Indonesia, karena sejak zaman Belanda dahulu hingga saat ini
masih saja ditanam para petani secara tradisional. Padahal jenis Crysant hasil
pemuliaan mutakhir, seperti di Belanda dan Jepang telah menghasilkan beberapa
varietas baru yang dijual secar komersial.
Masa potong bunga dilakukan pada
saat bunga sudah mekar penuh sehingga seluruh ruangan kantong tampak terisi.
Bunga bersama batang pokoknya dipotong sepanjang 60-75 cm, tanpa dilepas
kantong pembungkus bunganya. Kemudian dimasukan ke dalam keranjang untuk
diangkut ke pasaran. Dengan demikian, bunga tidak akan mengalami kerusakan
selama perjalanan.
2. Tanaman
Bunga Garbera
Bunga Garbera kini sudah merebak di pasaran bunga dalam
jumlah yang cukup besar, dan sudah ada di Indonesia sejak dulu. Biasanya bunga
ini disebut sebagai “Herbras” atau “Air Beras”. Garbera ditanam terutama di
daerah pegunungan yang beriklim sejuk. Bentuk bunganya adalah berbunga tunggal
dan tangkainya tidak berdaun. Tanaman bunga Garbera generasi terbaru hasil
pemuliaan di negeri Belanda memang menampilkan sosok lain dari bunga yang telah
dikenal. Ukuran bunganya yang semakin besar dan warna yang semakin cerah,
beragam serta produktivitas tanaman cukup tinggi.
Masa potong bunga Garbera
dilakukan pada saat bunganya saat akan atau saat sudah membuka penuh. Biasanya
bunga tidak dipotong, tetapi ditarik sedemikian rupa hingga terlepas dari
batangnya.
3. Tanaman
Bunga Mawar
Bunga mawar dapat
tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tetapi untuk mawar tertentu
seperti mawar teh hibrida hanya menyukai dataran tinggi sebab bunganya akan
tumbuh dengan sempurna, baik bentuk, ukuran, warna, maupun baunya. Media tumbuh
sebaiknya tanah yang gembur dan kaya akan kadar humus, sebab tanah yang
demikian daya tahannya terhadap air relatif baik. Tanaman mawar tidak menyukai
air menggenang. Mawar tumbuh dengan baik pada tanah yang derajat keasaman pHnya
antara 6-8.
Bunga mawar
dipotong pada saat kuntum bunga telah mencapai ukuran optimal dan tampak akan
merekah. Waktu yang terbaik untuk memotong adalah siang hari setelah pukul
16.00 sore. Setelah dipotong, bunga dimasukkan minimal separuh dari panjang
tangkai bunga ke dalam air yang bersih atau jernih. Hal ini untuk menjaga agar
tanaman dapat tahan lama.
Agar bunga tetap
segar ddalam waktu yangrelatif lama, maka diperlukan pengawet bunga. Menurut
buletin Aspindo yang dikutip oleh mingguan tabloid agrobis ada banyak macam
bahan pengawet bunga, diantaranya yang diproduksi oleh pabrik yang memang khusus
untuk bunga dan ada pula yang mencampurnya sendiri dari beberapa zat kimia.
Tetapi, tiap bunga mempunyai karakteristik masing-masing. Karena itu hati-hati
dalam pemakaiannya. Sebab bila keliru menggunakan bahan kimia, hasilnya justru
akan mengecewakan.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi periode kesegaran bunga setelah pemanenan adalah :
- Kemekaran bunga
Kemekaran
bunga berhubungan dengan umur saat pemetikan. Bunga sebaiknya dipanen pada saat
bunga tidak mekar secara sempurna atau penuh. Tidak pula bunga dipanen pada
saat bunga belum mekar. Hal tersebut berhubungan dengan cadangan makanan yang
dimiliki oleh bunga. Bunga yang dipanen ketika mekar penuh dikhawatirkan dalam
perjalanan dapat terjadi percepatan pembusukan mahkota kemudian terjadi
kemunduran lebih cepat. Bunga yang dipanen terlalu awal dikhawatirkan dapat
membuka karena kekurangan cadangan makanan.
2. Persediaan makan
Karbohidrat
dan gula disimpan dalam tangkai, daun dan petal yang akan digunakan dalam
pembukaan kuntum bunga. Penambahan persediaan makanan dapat membantu memasok
kerbohidrat yang hilang akibat respirasi.
3. Cara pemetikan yang benar
Pemotongan
yang benar dapat menghindari dari kerusakan. Kerusakan pada jaringan dapat
mempercepat proses kemunduran (deteriorasi).
4. Temperatur
Tingkat
respirasi yang tinggi merupakan petunjuk dari penuaan. Respirasi bunga potong
akan meningkat seiring dengan meningkatnya temperature. Tingkat penuaan dapat
diturunkan dengan perlakuan pendinginan.
5. Persediaan air
Persediaan
air berhubungan dengan proses penggantian air yang terjadi dalam tanaman yang
telah dipotong. Tanaman yang telah dipotong akan menggantungkan persediaan air
dalam tanaman itu sendiri untuk proses mempertahankan turgiditas sel dan dalam
melakukan respirasi. Persediaan air yang cukup akan lebih mampu mempertahankan
masa kesegaran bunga potong itu sendiri.
Kualitas bunga potong dilihat dari lamanya umur
relatif bunga potong dalam keadaan tetap segar dan indah setelah dipotong dari
tanaman induk dan memiliki karakteristik daya tarik / keindahan visual seperti
aroma, tekstur bunga, tangkai, daun dan lain-lain.
Penanganan pasca panen yang baik amat menentukan masa
kesegaran bunga potong. Hal ini ditegaskan oleh Apandi (1984) yang menyatakan
bahwa sesudah substrat dan air yang digunakan oleh tanaman dalam melakukan
proses respirasi tidak dapat tergantikan lagi, sejak saat itu mulailah
kemunduran (deterioration). Untuk itulah penting sekali artinya menghambat atau
memperlambat proses respirasi agar kemunduran (deteriorasi) tidak segera
terjadi. Dalam menjaga keadaan bunga potong sehingga tetap segar dan indah
dilakukan usaha pengawetan untuk memperpanjang masa segar bunga atau bagian
tanaman lainnya yang telah dipotong Salah satu cara untuk mempertahankan
kesegaran bunga yaitu dengan menggunakan larutan gula dan garam
Masa kesegaran merupakan jumlah hari yang dihitung
pada saat bunga mekar hingga bunga layu atau gugur, yaitu terkulainya atau
berkerutnya jaringan akibat perubahan sifat elastis karena menurunnya tekanan
turgor. Masa kesegaran bunga potong menurut Standar Nasional Indonesia (1998)
adalah sekitar 5-7 hari. Apabila tidak ditangani dengan baik menurut Rukmana
dan Mulyana (1997) hanya 2-3 hari saja. Kerusakan dapat terjadi pada saat
pemanenan, penyimpanan dan pengangkutan.
Lamanya masa kesegaran bunga potong salah satunya
ditentukan oleh cadangan makanan. Bunga yang telah dipotong dari tangkainya
masih melakukan aktivitas metabolisme Pemanfaatan cadangan makanan dilakukan
ketika bunga telah terpisah dari tanaman asal. Peristiwa pemanfaatan cadangan
makanan ini dinamakan respirasi. Respirasi menurut Weichmann (1987) adalah
pemecahan secara oksidasi molekul – molekul kompleks dalam sel tumbuhan seperti
pati, gula, dan asam organik menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana (CO2
dan H2O), bersama – sama menghasilkan pula energi dan molekul lain
yang dapat digunakan kembali oleh sel tersebut. Salisbury dan Ross (1995)
menambahkan peristiwa respirasi sebenarnya tidak hanya melibatkan satu macam
reaksi saja namun merupakan rangkaian reaksi.
No comments:
Post a Comment